5 Pesepakbola Asal Brasil Yang Tak Sukses di Barcelona

5 Pesepakbola Asal Brasil Yang Tak Sukses di Barcelona

5 Pesepakbola Asal Brasil Yang Tak Sukses di Barcelona – Barcelona sepertinya suka punggawa asal Brasil. Misalnya, Romario, Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo & Neymar yng bisa jadi superstar serta memperoleh sejumlah piala sepanjang di Camp Nou. Philippe Coutinho ialah pesepakbola yang berasal dari Brasil anyar yg dihadirkan oleh Barcelona. Eks super star Liverpool ini diharapkan mampu mendulang sukses sejenis spt pendahulunya. Biarpun demikian, tak semua punggawa dari Brasil yng merumput di Barcelona dapat berjaya. Di bawah ini 5 pesepakbola yang berasal dari Brasil yg karirnya jatuh di Barcelona, sama seperti diberitakan Sportskeeda.

 

Sonny Anderson (1997-1999) – Sonny kesukaran menembus kesebelasan pertama Blaugrana lantaran wajib kompetitif dg Luis Enrique & Patrick Kluivert, serta pelatih kala itu, Louis Van Gaal menolak memberinya tempat buat punggawa yang berasal dari Brasil ini. Sonny mempunyai musim pertama yng lumayan keren di Blaugrana dgn membikin sepuluh goal didalam 1 kompetisi musim, di mana Barca menjuarai La Liga & Copa Del Rey. Di kampanye musim selanjutnya suasana jadi amat buruk tuk ujung tombak dari Brasil tersebut, sebab frustrasi terus-menerus berdiam di kursi cadangan, hingga menghasilkannya dilepas menuju ke Lyon.

 

Douglas (2014 hingga sekarang) – Hal2 paling baik yg dapat disebut tentang hal yang berhubungan dengan pesepakbola Brasil tersebut merupakan ia tak dikasih beberapa kans buat mempermalukan dirinya dihadapan Cules. Ditandatangani seharga empat m euro dr Sao Paulo, pemain bertahan kanan itu ditandatangani menjadi cadangan serta penerus jangka panjang Dani Alves & Martin Montoya. Douglas menciptakan kelalaian di dalam permainan La Liga pertamanya (& satu-satunya) di Barca ketika bermain draw 0-0 dg Malaga. Usai saat itu Douglas berstatus pinjaman menuju Gijon & kini di Benfica, serta diprediksi perjanjiannya bakalan diputus didalam waktu dekat.

 

Fabio Rochemback (2001-2003) – Rochemback ditandatangani pd akhir kompetisi musim 2001 jadi suksesor jangka panjang tuk sang kapten, Pep Guardiola. Hadir kala menginjak usia 20 thn dr kesebelasan Brasil, Internacional, punggawa yang berasal dari Brasil ini diyakini mampu dijadikan sebagai pesepakbola yng mendikte permainan-permainan pd sektor tengah, mengendalikan tempo & membuka serangan dgn passing silangnya. Itu nggak berjalan kayak yg didambakan, lantaran sang punggawa terbebani oleh asa buat menggantikan Guardiola.

 

Henrique (2008-2012) – Diboyong sebesar 8 jt euro dr Palmeiras, defender itu semestinya jadi cadangan tuk tandem pemain bertahan inti, Carles Puyol serta Gerard Pique, tetapi boss Pep Guardiola Tak terkesan dg apa yng dirinya saksikan sejauh di pelatihan. Henrique Lalu ditransfer dengan status pinjaman menuju ke salah satu klub besar Jerman, Bayer Leverkusen, di mana ia punya karir yang keren. Usai datang lagi menuju Camp Nou, Henrique diinginkan dapat dijadikan sebagai pesepakbola reguler dgn pengalamannya di Jerman. Tetapi, dirinya disebut-sebut tetap masih tak sangat bagus buat Barcelona & dirinya kembali berstatus pinjaman menuju ke Racing Santander.

 

Geovanni (2001-2002) – Ditandatangani senilai € 18 m dr tim Cruzeiro, Geovanni ialah pesepakbola menyerang yg didambakan mampu meneruskan tradisi ujung tombak istimewa Brasil yng di Camp Nou. Dirinya sekedar perform di dalam 15 partai, hampir semua dr kursi cadangan, serta membuat 1 skor saja. Pd kampanye musim keduanya, Dirinya terlibat percek-cokan dg pelatih Barca waktu itu, Carles Rexach, maka tidak heran bila harus menghabiskan kebanyakan musim tersebut dgn berdiam di kursi cadangan maupun di tribun. Geovanni akhirnya ditransfer menuju Benfica dengan cara gratis, usai sebelumnya ditransfer dengan status pinjaman menuju ke kesebelasan dari Portugal itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.