Zidane & Manajer yang Mundur ketika Jaya

Zidane & Manajer yang Mundur ketika Jaya

Zidane & Manajer yang Mundur ketika Jaya – Zinedine Zidane telah mengundurkan dirinya dr Real Madrid serta hal-hal tersebut menjadikan semua fans terkejut. Tapi, tiada yg menyangsikan prestasi yng sudah diperoleh Zidane di pusat kota Spanyol.

Los Blancos meraih 9 gelar sepanjang waktu pemerintahannya, yg tergolong 3 title Liga Champions serta 1 tropi liga. Malah, Zidane memberitahukan mundur 5 hari sehabis tim mendapat title Eropa ke-3 dengan secara terus menerus.

Tetapi, Zidane tidaklah manajer pertama2 yng mengambil keputusan keluar dari kesebelasannya ketika di puncak keberhasilan. Pelatih-pelatih dibawah ini jua sempat mengerjakannya. Dibawah ini 5 juru taktik yg memilih mundur disaat puncak keberhasilanya sebagaimana menurut Sportskeeda.

Luiz Felipe Scolari (Brasil) – Scolari diangkat menjadi manajer tim nasional Brasil di Musim panas 2001. Dg 5 laga sisa tuk menembus Piala Dunia 2002, takdir Brasil tetap dapat dikatakan belum aman.

Walaupun tumbang pd partai perdananya, Scolari dapat membimbing mereka menuju babak final Piala Dunia. Tapi, ini cuma permulaan.

Brasil sukses memenangkan seluruh laga grup mereka berkat performa gemilang Ronaldinho, Rivaldo, & Ronaldo. Mereka makin meraih kemenangan s.d hingga menuju ke final serta berhasil menghancurkan Jerman dg score 2-0. Brasil menjuarai gelar Piala Dunia ke-5 dgn impresif & Scolari memainkan fungsi yang besar di dalamnya.

Tepat usai ajang, Scolari mengonfirmasi pengunduran dirinya saat diinginkan bakal selalu ada di pucuk pimpinan. Tiada yng memprediksikan hal2 ini namun ia pergi dari team Brasil di puncak kejayaan karena piala Piala Dunia amat sukar didapat.

Bob Paisley (Liverpool) – Paisley tak mampu dipisahkan dri Liverpool didalam selama kariernya. Ia menghabiskan kira2 separuh abad di Anfield, jadi punggawa, fisioterapis, serta boss.

Dirinya mempunyai karir yg dahsyat menjadi sorang pelatih & adalah salahsatu dr 3 boss yng mampu meraih Liga Champions hingga 3 x serta dirinya seseorang pertama-tama yg melaksanakannya. Ia melintang di Liverpool sejauh 9 th, & kompetisi musim terakhir nya di kesebelasan begitu istimewa.

Dirinya menjuarai liga serta piala yng mencakup kemenangan come back di final vs Manchester United. Paisley merupakan satu dari sekian banyak pelatih terbeken yg sudah menghiasi Merseyside & ia mendapatkan perpisahan yng sesuai diperolehnya.

Sir Alex Ferguson (Manchester United) – Sir Alex disebut jadi salahsatu boss paling baik di dalam sepak bola. Walau dia punya kiprah yg gemilang di Aberdeen, dirinya dikenang sebab masa melatihnya di Manchester United sepanjang kira-kira 25 thn.

Kompetisi musim terakhirnya Ferguson di Old Trafford pd kampanye musim 2012-13 serta itu takkan dilupakan pendukung United. United meraih tropi liga hingga jadi kado perpisahan yng keren buat Ferguson.

Sir Alex menjuarai 38 gelar sejauh bertindak sebagai pelatih United. & ini membuatnya jadi boss tersukses didalam histori Premier League.

Jupp Heynckes (Bayern Munchen) – Heynckes memulai pekerjaan ke 3 nya di Bayern di th 2011 & ini jelas sudah dapat dibuktikan jadi musimnya yg sangat berhasil di ibu kota Jerman.

Di kompetisi musim 2011-12, skuatnya bertindak sebagai runner-up pd 3 panggung kompetisi. Borussia Dortmund sedikit unggul dri mereka di dalam kancah domestic serta mereka takluk dr Chelsea di final Liga Champions.

Tetapi, kampanye musim selanjutnya mereka tidak dapat dihentikan. Bayern meraih tropi Bundesliga dg menghancurkan sejumlah rekor didalam prosesnya. Mereka jg sukses di Liga Champions dgn membantai Dortmund di final.

Didalam partai pamungkas Heynckes, Bayern menghancurkan VfB Stuttgart tuk menjuarai Tropi DFB-Pokal. Heynckes meraih treble & nggak lama kemudian mengambil keputusan retirement dri dunia kepelatihan.

Jose Mourinho (Inter Milan) – Mourinho ada di Inter Milan cuma 2 kompetisi musim tapi itu ialah 2 kampanye musim yng gemilang. Ia menjuarai liga di kompetisi musim perdananya namun kampanye musim keduanya sangat berhasil.

Dirinya menguatkan kesebelasannya pd bursa transfer tahun itu serta efeknya terkesan amat jelas. Inter meraih title Serie A, Liga Champions, & Coppa Italia hingga memposisikan Mourinho menjadi satu dari sekian banyak pelatih terbeken di dunia.

Inter membantai Barcelona 3-2 di semi-final serta hal-hal tersebut ialah momen paling baik di dalam karir Mourinho. Tapi, Mourinho Lalu keluar dari Inter di jendela transfer thn itu & meneruskan pekerjaannya di Real Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published.